Minggu, 09 Januari 2011

Pendidikan Matematika

Dalam perkuliahan kemarin, telah dibicarakan mengenai pendidikan matematika. Berikut ini beberapa point-pointnya
·         Prinsip pendidikan hampir mirip dengan pendidikan itu sendiri;
·         Pendidikan yang berdasarkan Matematika;
·         Tentang pendidikan matematika setiap Negara memiliki perbedaan entah itu tentang sistem atau pengajaran;
·         Sistem pendidikan matematika dibagi menjadi 2 sumber, yaitu
o   Centralize
Sistem pendidikan yang berdasarkan pemerintah, jadi pemerintah yang mengatur.
o   Decentralize
Sistem pendidikan yang tidak sepenuhnya pemerintah yang mengatur, bias terjadi karena campur tangan provinsi, daerah, dan lain-lain.
·         Di Indonesia yang telah kita ketahui menganut system KTSP, ini berarti Indonesia menganut system centralize.
·         Pengajaran matematika yang tidak mengacu pada kehidupan sehari-hari mengakibatkan kebanyakan siswa tidak menyukai pelajaran ini. Jadi seharusnya kita mengajar matematika berdasarkan kehidupan sehari-hari, dan diharapkan akan menjadi lebih mudah memahaminya.
·         Curriculum disetiap Negara ada yang berbeda, jika di Indonesia sudah ditetapkan, berbeda halnya dengan di Inggris, mereka juga mengikut sertakan para murit untuk memilih kurukilum yang mereka inginkan.
Kami juga diberi tugas untuk mencari sumber tentang pendidikan yang dituturkan oleh Dr.Marsigit. Disini saya akan mengangkat mengenai Inovasi Pendidikan Matematika. Pandangan Dr.Marsigit tentang invasi pendidikan matematika adalah bahwa pendidikan matematika perlu diadakan perubahan paradigma, yaitu dari dari paradigma mengajar menjadi mendidik dan melayani kebutuhan siswa (seperti system penagaran di Inggris). Jadi posisi guru dalam pendidikan matematka adalah sebagai pelayan siswa yang belajar matematika.  Jadi apabila guru matematika masih mengimplementasikan pembelajaran matematika tradisional, yaitu pembelajaran matematika dengan mengandalkan metode tunggal ekspositori dengan siklus menjelaskan,  member contoh, mengajukan pertanyaan, dan memberi tugas secara klasikal, maka guru matematika akan mengalami kesulitan dalam me;layani berbagai kebutuhan siswa dalam belajar matematika. Agar guru matematika dapat melayani berbagai macam kebutuhan siswa dalam belajar, maka gaya belajar yang tradisional atau berpusat dari guru harus dirubah menjagi gaya mengajar yang ber pusat dari siswa.

0 komentar:

Posting Komentar